Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Sabtu, 13 Juli 2013

Sejarah Perkembangan Arkeologi


           
Sejarah perkembangan arkeologi dibagi menjadi 4 tahap besar yaitu antikuarian, arkeologi tradisional, arkeologi pembaharuan atau prosesual, dan arkeologi pasca-prosesual. Setiap tahap perkembangan arkeologi tersebut memiliki ciri khas tersendiri.
            Antikuarian merupakan cikal bakal munculnya arkeologi, tujuannya adalah melampiaskan keingintahuan pribadi tentang masa lalu dan asal-usul manusia.  Pusat perhatian tertuju pada benda unik dan monumental. Pemahamannya terkait dengan folklore, kepercayaan primitif, dan “savage”. Cara bernalar mistis, intuitif, dan spekulatif. Metode yang digunakan dalam antikuarian adalah klasifikasi atau pengelompokkan dalam bentuk luas, tipologi atau pengelompokkan berdasarkan bentu, kronologi menurut waktu, dan seriasi atau melihat prinsip benda yang muncul berkembang dan akhirnya menyusut lagi namun ada substitusinya. Tokoh antikuarian seperti Willian Stukeley, Boucher de Parthes, dll.

            Tahap perkembangan setelah antikuarian yaitu arkeologi tradisional. Pada hakekatnya arkeologi tradisional memberi gambaran dan rekontruksi kehidupan masa lampau dan melihat budaya secara normatif. Pusat perhatian arkeologi tradisional tertuju pada pengumpulan data sebanyak-banyakya untuk menjawab apa (bentuk), dimana (ruang), dan kapan (waktu). Teori  arkeologi juga mulai muncul dan berkembang pada masa ini seperti Teori Uniformitarian dan Teori Evolusi Biologi. Selain hal tersebut mulai berkembang metode modern untuk ekskavasi dan analisis. Penggunaan metode tersebut juga terlihat adanya metode stratigrafi untuk kebutuhan mencari dimensi ruang dan waktu sebagai dasar kerja lapangan. Penalaran dalam arkeologi tradisional bersifat Induktif dengan pendekatan kualitattif. Cara kerja arkeologi tradisional: pertama Temukan benda di lanjutkan dengan Pentuan : bentuk, gaya, fungsi, sebaran, stratigrafi, kronologi, kemudian Masukan ke budaya arkeologi, pentukan siapa pendukung budaya, pengintepretasian: Difusi/Migrasi dan akan menghasilkan : Interpretatif (Teori), Deskriptif (Narasi). Sumbangan arkeologi tradisional antara lain: perolehan data yang akurat, klasifikasi rinci dan terarah, pendekatan berkesinambungan sejarah, konteks waktu dan tempat mendapat perhatian besar. Salah satu tokohnya yaitu Gordon Child.
            Tahap perkembangan selanjutnya adalah arkeologi prosesual atau pembaharuan yang muncul pada 1940an dan berkembang 1960an. Kritik terhadapap arkeologi tradisional adalah tidak hanya deskriptif tetapi analitis dan eksplanatif, budaya dilihat sebagai sistem(teori sistem), menjawab mengapa dan bagaimana. Pada hakekatnya menjelaskan persamaan dan perbedaan budaya pusat perhatiannya untuk mendapatkan dalil. Pada arkeologi prosesual ini lebih cenderung mengarah ke bidang sains dengan adanya ilmu yang membantu arkeologi seperti Zooarchaeology, Geoarchaeology, statistik, dll. Arkeologi pembaharuan bersifat deduktif. Pokok dari metodologi arkeologi harus menjadi hipotesis yang teruji. Sumbangan arkeologi prosesual adalah penguatan bidang metodologi, pendekatan materialistik, dan keterbukaan pada kajian yang luas. Salah satu tokohnya adalah Lewis Binford.
            Tahap perkembangan selanjutnya yaitu arkeologi pasca-prosesual. Muncul sekitar 1980an Kritik arkeologi pembaharuan adalah arkeologi tidak bisa santifik, tetapi cenderung intepretatif dan bersifat partikularistik (khusus) serta tidak bisa menghasilkan dalil-dalil umum. Pada hakekatnya arkeologi pasca-prosesual merupakan intepretasi masa lampau untuk kepentingan masa kini. Metode yang digunakan adalah induktif, deduktif, dan hermeneutiks (pandangan pengetahuan mengenai masa lampau sebagai proses yang terus berjalan sebagai intepretasi). Pemahan arkeologi pasca-prosesual dengan beragam pendekatan karena tidak ada kebenaran tunggal. Pusat perhatiannya adalah bagaimana pengetahuan masa lampau diperoleh dan dipakai untuk merekonstruksi masa kini. Sumbangan arkeologi pasca-prosesual adalah mengembalikan dimensi kemanusiaan tentang budaya, menyadarkan relatifitas budaya sebagai karya manusia, dan memberi pemahaman peran individu dalam proses budaya.

Sumber:
Chazan, Michael. 2008. World Prehistory and Archaeology : Pathway through time. Pearson Education. Boston.

Catatan Pengantar Arkeologi Semester Satu.

Please Give Us Your 1 Minute In Sharing This Post!
SOCIALIZE IT →
FOLLOW US →
SHARE IT →
Powered By: BloggerYard.Com

0 komentar:

Poskan Komentar